Selasa, 09 Pebruari 2010, 22:17 WIB
PALEMBANG--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan sekolah jurnalistik, Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dengan Kementerian Pendidikan Nasional, UNESCO dan Pemerintah Daerah.
Acara penandatanganan itu dilakukan antara Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono dengan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin dan Direktur UNESCO dalam peringatan puncak ke- 64 Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang, Selasa pagi (9/2).
Pada Januari lalu, Ketua PWI Pusat Margiono seusai pertemuan dengan Kepala Negara di Kantor Kepresidenan mengatakan bahwa PWI membentuk sekolah jurnalistik Indonesia di enam kota yaitu Jakarta, Semarang, Ujung Pandang, Samarinda, Palembang dan Riau.
Di masa mendatang, diharapkan setiap provinsi akan memiliki sekolah jurnalistik sehingga mendorong perkembangan pers Indonesia lebih baik.
Selain penandatanganan MoU SJI, menurut keterangan anggota tim penilai pemberian penghargaan Priyambodo RH, dalam peringatan puncak HPN itu juga dilakukan penyerahan sejumlah penghargaan jurnalistik antara lain penghargaan "Number One Press Card" (Kartu Press Nomor Satu), Adinegoro, dan Anugeran Spirit Jurnalisme dan Pena Emas.
Penghargaan Kartu Pers Nomer Satu merupakan bentuk pengakuan kepada orang-orang pers yang telah menunjukkan kinerja professional, berintegritas tinggi, berdidikasi, dan dedikasi serta pengorbanan kepada dunia pers, kemerdekaan pers, dalam tahun-tahun pengabdiannya.
"Pemberian itu menyimbolkan upaya masyarakat pers untuk memperlihatkan orang-orang yang patut menjadi teladan dengan prestasi yang mereka capai, dan dengan harapan agar dapat menjadi inspirasi bagi insan-insan pers khususnya kalangan muda, sekaligus meneruskan jejak emas mereka," katanya.
Sejumlah insan press yang menerima penghargaan tersebut, lanjut dia, antara lain Rosihan Anwar, Jakob Oetama, Herawaty Diah, Dahlan Iskan, Karni Ilyas, Pia Alisyahbana, Ismail Djalili, dan AJ Muaya.
Sedangkan penghargaan karya jurnalistik Adinegoro diberikan kepada M.Fitrah dari suratkabar Singgalang untuk kategori karya foto dan Malela Mhargasari dari Koran Tempo untuk kategori Tajuk. "Kemudian penghargaan Anugerah Spirit Jurnalisme diberikan kepada Rosihan Anwar," katanya.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/02/09/103541-presiden-saksikan-penandatanganan-mou-sekolah-jurnalisme-indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar